MEGAJP88 membawa Kapal Penjelajah 88 menuju gugusan pulau yang belum seluruhnya tercatat pada peta pelayaran. Awak kapal menggunakan koordinat lama sebagai acuan awal, kemudian mencatat garis pantai, kedalaman perairan, arah arus, dan posisi pulau baru yang ditemukan selama ekspedisi berlangsung.
Lautan MEGAJP88 memiliki arus yang dapat berubah ketika kapal berpindah dari perairan terbuka menuju selat sempit. Rute lurus belum tentu menjadi lintasan tercepat karena arus berlawanan dapat memperlambat kapal, sehingga navigator perlu membandingkan arah angin dengan jalur alternatif sebelum menetapkan haluan berikutnya.
Persediaan Kapal Penjelajah 88 juga menentukan seberapa jauh ekspedisi dapat diteruskan. Air, bahan bakar, perlengkapan pemetaan, dan kebutuhan awak diperiksa ketika kapal singgah di sebuah pulau. Jika cadangan mulai menipis, MEGAJP88 mengharuskan rute berikutnya diarahkan menuju pelabuhan yang mampu menyediakan kebutuhan tersebut.
Setiap pulau yang berhasil dipetakan menambahkan koordinat baru ke dalam jurnal MEGAJP88. Catatan mengenai arus, cuaca, lokasi pelabuhan, dan kondisi pantai kemudian digabungkan hingga terbentuk peta pelayaran yang dapat digunakan Kapal Penjelajah 88 untuk membaca gugusan laut secara lebih lengkap.